//
you're reading...
Europa League

Kelahiran Kembali Do Dragao di Benua Biru

Porto Kembali Menjuarai Europa League

Dublin menjadi saksi bisu kelahiran kembali Porto di benua biru usai ditinggalkan pelatih eksentrik Jose Mourinho.

Mourinho mengawali tahun-tahun emas Porto di ajang kompetisi antar klub Eropa ketika timnya berhasil mengalahkan klub Skotlandia, Glasgow Celtic di final UEFA Cup 2002/2003. Itu merupakan gelar piala UEFA pertama bagi Porto. Pada musim itu juga Mou berhasil membawa Porto meraih treble untuk pertama kalinya setelah sukses menjuarai Liga Portugal dan Piala Portugal.

Kesuksesan Porto berlanjut di musim berikutnya. Meski diawali oleh kekalahan di Piala Super Eropa dari AC Milan, Deco dkk. masih bisa mendapat hasil bagus di awal musim dengan berhasil meraih trofi piala Super Portugal. Juara Liga pun sukses dipertahankan musim itu. Kiprah Porto di ajang antarklub yang lebih tinggi, Champions League, kembali menghadirkan kejutan dengan berhasil meraih juara setelah mengalahkan AS Moncao di final. Itu menjadi gelar juara kedua Porto di ajang Liga Champions sejak terakhir meraihnya pada 1986/1987.

Porto saat menjuarai UEFA Cup untuk pertama kalinya

Berbagai kesuksesan membuat nama Jose Mourinho semakin mencuat. Alhasil di musim berikutnya The Special One pun memutuskan untuk menerima tantangan Chelsea di Inggris.

Ditinggal Mou, Porto langsung terjatuh. Penggantinya, Luigi Del Neri hanya mampu meraih gelar Piala Interkontinenal pada 2004/2005. Selebihnya tiga ajang yang mereka juarai, termasuk Liga Champions gagal total. Bahkan sebagai juara bertahan di Champions pun Porto hanya mampu bertahan di babak 16 besar. Del Neri akhirnya dipecat.

Di empat musim berikutnya Porto memang bisa mempertahankan gelar juara Liga Portugal dan dua kali Piala Portugal, baik itu saat ditangani Co Adriaanse maupun Jessualdo Ferreira. Namun di kancah Eropa Porto tak mampu berbuat banyak, perempat final menjadi pencapaian terbaiknya pada 2008/2009. Ironisnya di msuim berikut tim Biru-Putih hanya finis di urutan ketiga, alhasil mereka harus berlaga di ajang kelas dua, Europa League. Ferrerira pun dipecat.

Andre Villas-Boas didatangkan setelah sukses menyelamatkan Academica de Coimbra dari zona degradasi di Liga Portugal. Meski masih berusia 33 tahun, dan minim pengalaman sebagai pelatih, manajemen Porto tetap percaya padanya.

Kepercayaan Porto tak sia-sia. Portistas kembali berhasil meraih gelar juara Liga Portugal dengan tidak sekalipun kalah. Kemagisan racikan Villa-Boas berlanjut di Europa League. Ia berhasil membawa Porto ke final, dan menjuarainya usai mengalahkan tim senegara, Braga. Ini menjadi gelar kedua The Dragons di Europa League, yang sebelumnya dilakukan oleh Jose Mourinho. Masih ada satu gelar lagi yang akan direbut minggu ini, Piala Portugal. Jika berhasil meraihnya, maka mereka akan meraih treble. Prestasi serupa yang pernah ditrorehkan Mou.

Nama Porto kembali mencuat di benua biru dengan ‘Jose Mourinho’ baru berlabel Andre Villa-Boas. Dengan pencapaian prestasi serupa yang pernah diukir pada delapan tahun silam. Mungkin ini bisa menjadi jalur Porto untuk menjuarai Liga Champions musim depan seperti era Mourinho sebelumnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Tulisan

Mei 2011
S S R K J S M
    Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

News Update

Photos

%d blogger menyukai ini: