//
you're reading...
Liga Indonesia, Nasional, Sosok

Rendi Irawan : Gelandang Bernaluri Tajam

Rendi Irawan (Tengah)

Keberhasilan Persebaya 1927 memuncaki klasemen paruh musim Liga Primer Indonesia tak lepas dari ketajaman bomber-nya seperti I Made Wirahadi dan Andrew Barisic. Namun tak hanya penyerang yang berperan, gelandang tengah Rendi Irawan juga punya andil yang sama.

Rendi memang terbilang tajam. Untuk ukuran seorang gelandang ia cukup produktif, terbukti dengan menjadi pencetak gol terbanyak kedua di Persebaya 1927 setelah striker Barisic, lewat torehan enam golnya.

Ketajamannya sudah terlihat di awal kompetisi LPI ketika Persebaya 1927 memainkan laga pertamanya. Ketika itu Rendi menyumbangkan sebuah gol dan membawa timnya menang 2-1 atas Bandung FC.

Meski menjadi gelandang yang rajin menjebol gawang lawan, Rendi mengaku tidak mempunyai target untuk mencetak banyak gol dan lebih mementingkan penampilannya secara keseluruhan untuk Persebaya 1927. “Tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini, yang penting bisa bermain dengan baik,” ujar Rendi.

Penampilan apiknya membuat pelatih Aji Santoso mengandalkannya di lini tengah Si Bajul Ijo. Rendi pun mengungkapkan peran pelatihnya. “Pelatih Aji Santoso yang membuat saya sampai seperti ini,” kata mantan pemain Gresik United tersebut mengomentari peran sang pelatih.

Rendi memang sudah lama mengenal Aji, dan puncaknya ketika keduanya berada di satu tim Jawa Timur yang berhasil meraih emas sepak bola PON 2008. Saat itu Aji merupakan pelatih tim Jawa Timur. Wajar mantan pelatih Persema itu paham betul kemampuan Rendi.

Bersama Aji pula Rendi kali ini berhasil membawa Persebaya 1927 juara paruh musim. Pemain berusia 24 tahun itu pun menargetkan untuk dapat mempertahakan posisi puncak hingga akhir musim. “Senang melihat kondisi tim bagus, karena kekompakan tim. Target ke depannya adalah ingin membawa Persebaya juara,” katanya.

Karena peran pentingnya, CEO Persebaya 1927, Llano Mahardhika, bahkan sempat membandingkan Rendi dengan kapten tim nasional, Firman Utina. Namun pemain bernomor punggung 12 ini menolak anggapan tersebut. Menurutnya, Firman lebih berpengalaman dan menjadi contoh bagi pemain muda seperti dirinya. “Dia (Firman Utina) lebih senior. Saya belum ada apa-apanya. Dia lebih sebagai panutan bagi saya,” ujarnya menanggapi.

Meski tampil baik di level klub, Rendi masih belum mencicipi pertandingan tingkat internasional bersama timnas. Tapi ia tetap menjaga impiannya tersebut untuk membela panji Merah-Putih. “Semua pemain pasti mempunyai keinginan tersebut (membela timnas),” katanya.

Ada yang unik dari nama tengah Rendi yang dikenal masyarakat.  Banyak yang menyebutnya dengan Irawan, namun nama sebenarnya seperti yang diakui Rendi yakni Irwan. “Dulu banyak yang menyebutnya Irawan sewaktu di PON, dan terbawa hingga sekarang,” ujar Rendi menjelaskan.

Profil:                                                                                       

Nama: Rendi Irwan Saputra

Tempat, tanggal lahir: Sidoarjo, 26 April 1987

Karier:

Persebaya 1927 (2011–sekarang)

Mitra Kukar Kartanegara (2010)

Gresik United (2009)

PSDK Blitar (2008–2009)

PON Jawa Timur (2008)

Persekam Malang (2007)

Prestasi:

Medali Emas PON XVII Kaltim (Tim Jatim), 2008

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Tulisan

Juli 2011
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

News Update

Photos

%d blogger menyukai ini: