//
you're reading...
Feature, Liga Indonesia, Nasional

Andalan Di Lini Depan

Samsul Arif, irfan Bachdim, Andrew Barisic

Total 488 gol tercipta hingga jeda musim kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), dimana 162 pemain sukses menjaringkan bola ke gawang lawan. Dari ratusan pencetak gol tersebut pemain yang berposisi sebagai penyerang mendominasi daftar pencetak gol.

Dari daftar lima besar topskor sementara, kesemua pemain tersebut berposisi sebagai striker. Mulai dari Fernando Gaston Soler (Real Mataram) yang memimpin dengan perolehan 13 gol hingga Sansan Fauzi Huseini (Jakarta FC) yang mencetak 7 gol.

Seorang striker memang wajib menjalankan tugasnya untuk mencetak gol demi memetik kemenangan bagi timnya. Artinya striker mempunyai peran penting dalam tim. Lihat saja peran Andrew Barisic di Persebaya 1927. Torehan delapan golnya sejauh ini berhasil membantu Bajul Ijo  menduduki puncak klasemen sementara LPI. Raihan tersebut membuat pemain asal Australia ini menjadi pencetak gol terbanyak di Persebaya 1927.

Barisic memang tidak menjadi pencetak gol terbanyak di klasemen, maklum dirinya baru bergabung pada pertandingan ke-6. Namun jika dilihat dari statistik, pencapaiannya bisa dibilang bagus. Pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso pun merasa puas dengan kontribusi pemain berusia 25 tahun tersebut. “Selama ini kontribusinya cukup bagus, dia main 12 kali dan mencetak 8 gol, berarti persentasinya kan cukup baik,” ujar Aji. Lebih lanjut Aji menilai pemainnya tersebut memang bukan tipe pemain berteknik tinggi, namun Barisic punya kelebihan tersendiri. “Dia pemain yang pintar menempatkan posisi ketika ada peluang mencetak gol,” katanya memuji Barisic.

Selain Barisic, penggedor jala lawan milik  Medan Chief, Abdelhadi Laakad, juga mempunyai peran yang sangat vital di timnya. Selain menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di LPI dengan 13 gol, kontribusinya sangat besar hingga membawa timnya menempati posisi lima besar. Total 26 gol dihasilkan Medan Chief hingga pertengahan musim ini, dan hampir separuhnya merupakan sumbangsih pemain asal Maroko tersebut. Hal itu menandakan bahwa Laakad menjadi roh kekuatan tim asuhan Amran tersebut. CEO Medan Chief, Sihar Sitorus pun mengamininya, serambi berharap performa strikernya itu berlanjut hingga musim depan.

“Performanya masih bagus, rasio (mencetak gol) yang cukup tinggi sebagai striker. Dia juga cukup berpengalaman. Musim depan harus lebih baik lagi” ujar Sihar.

Satu lagi legiun asing yang berhasil mengantarkan klubnya ke papan atas yakni Marwan Sayedeh. Pemain asal Suriah itu mempunyai kontribusi besar dalam membawa PSM ke peringkat ketiga dengan 10 gol yang telah dicetaknya.

Memang nama-nama pemain asing mendominasi daftar striker tersubur, selain ketiga pemain di atas masih ada nama-nama lainnya, lihat saja Fernando Gaston Soler (Real Mataram), Juan Manuel Cortes (Batavia Union) hingga Emanuel De Porras (Jakarta FC) yang memuncaki daftar topskor.

Meski demikian para pemain lokal juga tidak kalah tajamnya. Sebut saja Irfan Bachdim (Persema) dan Samsul Arif (Persibo) yang sudah mengemas 10  gol, duo PSM, M. Rahmat dan Andi Oddang yang sama-sama mencetak 8 gol, dan juga Sansan Fauzi Huseini (Jakarta FC) yang sukses mengoleksi 7 gol. Kelima pemain itu menjadi striker lokal yang patut diperhitungkan.

Nama Irfan Bachdim jadi pemain lokal yang paling subur di jajaran topskor. Beruntung Persema bisa menggaet Bachdim, sempat ditolak oleh Persija dan Persib, pemain keturunan Belanda ini menunjukkan ketamannya di LPI. Total 10 gol berhasil dilesakkannya sekaligus membawa Persema berada di posisi runner-up yang hanya berbeda selisih gol dengan Persebaya 1927.

Samsul Arif juga menjadi penyerang lokal yang paling menonjol selain Bachdim. Bersama Bachdim, ia menjadi striker lokal tertajam. Pemain kelahiran 14 Januari 1986 ini menjadi andalan Persibo mengarungi kompetisi bermoto Change The Game ini. Persibo dapat bangga dengan strikernya tersebut, pasalnya Samsul Arif merupakan pemain asli Bojonegoro.

Satu lagi pemain lokal yang patut dicermati, masih muda namun sudah tajam di Jakarta FC, Sansan Fauzi. Dengan usia yang masih muda, pemain ini masih bisa terus berkembang. Pelatihnya, Bambang Nurdiansyah pun yakin dengan talenta dan mental Sansan di lapangan. “Sansan punya kemauan untuk meningkatkan kemampuannya. Dia juga disiplin,” ujar Banur memuji mantan pemain Persija itu.

Peran seorang penyerang memang sangat penting. Dapat dilihat vitalnya peran seorang penyerang dalam menentukan prestasi sebuah klub, ini membuktikan bahwa striker menjadi senjata utama para klub-klub LPI.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Tulisan

Juli 2011
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

News Update

Photos

%d blogger menyukai ini: