//
you're reading...
Feature, Liga Indonesia, Nasional

Momen Terbaik Dari Putaran Pertama LPI

Sepak bola memang selalu menghadirkan drama ataupun momen yang menarik, tak terkecuali di ajang Liga Primer Indonesia. Sepak bola bukan hanya sekedar pertandingan antar kedua tim yang memperebutkan kemenangan, namun ada kebanggaan, gengsi, dan emosi.

Lihat saja aksi mantan pemain Gabriel Batistuta ketika ketika timnya, Fiorentina bertandang ke Barcelona, saat itu Batigol melakukan selebrasi golnya dengan meletakan jari telunjuknya di depan mulut yang menyuruh para fans Blaugrana untuk diam, dan seisi stadion Nou Camp pun hampir senyap dibuatnya. Itu menjadi salah satu momen yang tak dapat dilupakan dalam sejarah sepakbola Eropa.

Tidak hanya di Eropa, momen-momen menarik juga sering terjadi di pesepakbolaan Indonesia, termasuk di kompetisi Liga Primer Indonesia. Meski baru berjalan separuh musim, namun drama-drama menarik tersajikan di kompetisi bermoto ‘Change The Game’ tersebut.

Ada beberapa momen menarik yang terjadi sepanjang paruh pertama kompetisi bergulir. Sebut saja ketika pemain tim nasional, Irfan Bachdim mengungkapkan kekecewaannya karena diganti di tengah pertandingan.

Ketika  itu Persema menjamu Manado United, Irfan diganti oleh pelatih Timo Scheunemann di menit ke-53 oleh Anggy. Irfan yang kecewa langsung menyambangi sang pelatih. Mantan pemain FC Utrecht itu pun berdebat dengan Timo mengenai pergantian dirinya. Puncaknya adalah ketika Irfan memegang botol dan membantingnya.

CEO Persema, Didied Poernawan Affandy pun menilai hal tersebut masih normal, karena menurutnya di luar negeri juga kerap terjadi, selama tidak menganggu penampilan timnya secara keseluruhan. “Pemain bersitegang dengan pelatih hal yang wajar. Selama tidak menganggu performa tim dan bisa diatasi, ya wajar-wajar saja.” ujar Didied.

Selain itu ada momen paling berkesan lagi bagi para pengemar sepak bola Indonesia, yakni ketika kembalinya Emanuel De Porras ke kompetisi tanah air. Nama De Porras sudah tidak asing lagi di pesepakbolaan nasional, ia sudah pernah memperkuat Persija Jakarta dan PSIS Semarang, dan dikenal sebagai striker tajam.

Setelah sempat hilang dari peredaran kompetisi di tanah air. De Porras kembali menginjakkan kakinya di Indonesia, dan membela Jakarta FC. Begitu membela The Jakarta Tigers, pemain Argentina itu pun menunjukkan ketajamannya, puncaknya adalah ketika De Porras berhasil mencetak hatrick saat timnya berhadapan dengan PSM. Trigol itu seolah menjadi momen De Porras untuk membuktikan bahwa dirinya masih tajam.

Kehadiran pemain marquee player memang menjadi daya tarik. Seperti Lee Hendrie di Bandung FC. Kapasitasnya sudah tidak diragukan lagi. Pemain berusia 34 tahun ini sudah malang melintang di Liga Inggris bersama Aston Villa. Dia juga sempat membela tim nasional Inggris. Meski statusnya sebagai bintang, tidak membuat pemain kelahiran Birmingham itu menjadi anak emas di kompetisi. Terbukti ketika Bandung FC menjamu Semarang United. Hendrie mendapat kartu merah dari wasit. Hal itu menunjukkan wasit-wasit LPI tidak memandang bulu dalam menghukum para pemain. Ini menjadi salah satu momen penting tegasnya para pengadil lapangan.

M. Kusnaeni selaku CEO Bandung FC melihat pengadil di LPI memang sangat tegas, bahkan terbilang kelewatan, sehingga merasa perlu berpikir ulang jika hendak melakukan protes atas keputusan wasit, jika tidak ingin terkena hukuman. Meski diakui memang masih ada beberapa yang menurutnya merupakan human error, namun masih dimaklumi olehnya.

“Bukan sekedar tegas. Bahkan dari sisi kami sebagai pengurus klub melihat ‘kelewatan’.  Maksudnya Terlalu mudah memberikan hukuman. Ya sisi positifnya pemain ga berani macem-macem. Wasit salah itu manusiawi,” kata pria yang akrab disapa Bung Kus ini.

Selain Hendrie ada pula Amaral yang juga menjadi salah satu marquee player. Amaral sudah berpengalaman bermain di klub-klub Eropa, macam Benfica, Parma, Fiorentina, dan beberapa kali juga pernah membela timnas Brasil. Dengan pengalaman dan statusnya sebagai bintang itulah Amaral menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan fans Manado United ketika bermain di lapangan.

Beberapa momen tersebut memang menjadi ‘bumbu penyedap’ dalam gelaran kompetisi ini, sehingga menjadi menarik untuk di tonton.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Tulisan

Juli 2011
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

News Update

Photos

%d blogger menyukai ini: