//
you're reading...
Feature, Liga Indonesia, Nasional

Kehadiran LPI Bawa Perubahan

Kehadiran Liga Primer Indonesia tak dapat dipungkiri menjadi salah satu faktor utama perubahan yang terjadi dalam sepakbola Indonesia.

Lahir karena ketidakpuasan terhadap situasi sepakbola nasinoal, Liga Primer Indonesia pun didirkan dengan diikuti oleh 19 klub. Sejak Januari silam kompetisi LPI resmi digelar, dan menghasilkan Persebaya 1927 sebagai juara paruh musim. Meski kompetisi sudah tidak dilanjutkan dan akan digantikan oleh kompetisi baru bentukan PSSI yang akan digelar Oktober mendatang, LPI mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan tersebut.

Kehadiran LPI awalnya memang tidak disukai oleh pengurus lama PSSI. Namun dengan terus memperjuangkan misinya sebagai liga profesional yang mandiri, LPI terus berjalan meski tidak mendapat restu dari pengurus lama PSSI. Selain itu para-para pemain LPI pun tidak diizinkan membela tim nasional.

Seiring dengan lengsernya pengurus lama PSSI, dan dibentuknya Komite Normalisasi (KN), LPI pun akhirnya diakui oleh badan tertinggi sepak bola nasional tersebut. Terpilihnya Djohar Arifin Husin sebagai ketua umum PSSI yang baru juga membawa angin segar terhadap perubahan sepak bola Indonesia dan juga LPI.

PSSI pun memutuskan untuk membentuk kompetisi baru dimana berisi klub-klub gabungan dari Liga Super Indonesia dan LPI, dengan memberikan syarat-syarat profesional yang harus dipenuhi klub-klub yang ingin mengikuti kompetisi nantinya. Selain itu pemain-pemain dari LPI juga mulai dipanggil ke timnas, baik itu senior dan juga U-23.

Dibentuknya kompetisi baru yang akan digelar Oktober nanti memang tak lepas dari keinginan PSSI yang ingin membentuk kompetisi profesional sesuai arahan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC). Tak dapat dipungkiri, LPI memberi pengaruh besar dalam membawa perubahan kompetisi ke arah yang profesional. Pasalnya LPI membawa misi untuk membentuk kompetisi sepak bola profesional yang mandiri dan memang sudah diterapkan mereka, seperti klub yang sudah berbadan hukum PT dan tidak memakai dana APBD lagi.

“Sejak awal LPI bergulir, semua aspek (dari AFC) itu sudah coba dipenuhi oleh klub-klub LPI. Tapi, masalahnya saat itu, LPI belum diakui oleh pengurus PSSI yang akhirnya dibekukan oleh FIFA. Jadi, bisa dikatakan LPI adalah cikal bakal dalam merintis klub-klub Indonesia menjadi profesional,” ujar Juru Bicara LPI, Abi Hasantoso.

Selain membawa dampak perubahan terhadap kompetisi sepak bola nasional, LPI juga memberikan ‘kontribusi’ di sektor manajerial tim nasional. Pelatih-pelatih yang dianggap berprestasi di ajang LPI pun ditarik untuk dapat melatih tim Garuda. Wim Rijsbergen yang berhasil membawa PSM berada id posisi ketiga klasemen pun ditarik menjadi pelatih timnas menggantikan posisi Alfred Riedl. Wajar jika Wim direkrut, pasalnya meski bisa dibilang ‘baru’ di kompetisi tanah air, Wim sudah mampu membawa klubnya bersaing dengan Persebaya 1927 dan Persema.

Bukan hanya Wim saja pelatih dari LPI yang dibawa ke timnas, arsitek Persebaya, Aji Santoso direkrut untuk mendampingi Rachmad Darmawan melatih timnas U-23. Penunjukkan Aji sebagai asisten Rachmad dapat dibilang cukup tepat, dikarenakan prestasi Aji yang cukup baik di level klub dengan membawa Bajul Ijo menjuarai paruh musim LPI.

LPI sendiri mengaku bangga dengan penunjukkan kedua pelatih tersebut dan merelakannya untuk tugas yang lebih besar. “Itu kebanggaan buat kami. Masalahnya, tidak semua pemain dan pelatih bisa ke timnas,” ujar Abi.

Selain itu para pemain-pemain yang berlaga di kompetisi LPI juga mengaku merasa terangkat karirnya, salah satunya gelandang Solo FC, Yunet Herdiyanto. Ia menjadi salah satu dari empat pemain LPI yang mengikuti seleksi timnas U-23 proyeksi SEA Games. Yunet un bersyukur bisa mendapat kesempatan membela tim Garuda Muda. “Tidak melupakan LPI juga, karena berkat LPI saya bisa kaya gini,” kata Yunet.

Meski hanya berjalan separuh musim, namun kompetisi LPI sudah cukup memberikan dampak positif terhadap perubahan sepak bola nasional.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Tulisan

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

News Update

Photos

%d blogger menyukai ini: